Wednesday, October 13, 2010

Mengenangmu.

Ku simpan semua.
Agar jadi tauladan.
Pada tiap detik nadi,
tiap helaan nafas ini,
takkan berhenti dari berdetik namamu,
saat ditakdirkan kita bertemu.

Sang mentari hilang dibalik gunung,
langit mencambah warna kekuningan.
Dalam diam aku bersuara,
meronta-ronta ingin lepaskan,
namun tangan yang sembunyi.

Lumat diinjak-injak,
calar-balar,
pipih,
lalu,
berderai.

Tunjuk satu bintang.
pilihlah,
disitu tempat aku kan mengenangmu,
biar malam memekatkan wajah dan senyuman,
cahaya membutakan mata, petir guntur memekakkan telinga.

Awan berbalam-balam.
Kicau burung makin reda.
Titik hujan yang berat.

Akanku kenangmu,
ditempat dimana kita bermula,
kerna disitu jugalah kita kan akhiri semua.

Wallahu'alam.